Ekonomi Skala merupakan fenomena
turunnya biaya produksi per unit dari suatu
perusahaan yang terjadi bersamaan dengan
meningkatnya jumlah produksi (output).
Istilah ekonomi skala seringkali
dicampuradukan dengan istilah
Pengembalian Skala (return to scale).
Ekonomi skala membahas hubungan antara
biaya produksi (per unit) dengan jumlah
produksi (output), sedangkan 'pengembalian
skala' membahas hubungan antara jumlah
produksi (output) dengan faktor-faktor
produksi. Namun demikian kedua fenomena
tersebut saling berhubungan: pengembalian
skala yang terjadi dari sisi biaya produksi
merupakan ekonomi skala.
Peningkatan jumlah produksi dari Q ke
Q2 menyebabkan turunnya biaya
produksi per unit dari C ke C 1
Penyebab ekonomi skala
Biaya-biaya tetap dalam produksi, seperti
biaya pembelian gedung, mesin atau
infrastruktur produksi lainnya, merupakan
penyebab utama ekonomi skala. Peningkatan
hasil produksi memungkinkan suatu
perusahaan untuk mengalokasikan biaya-
biaya tetap tersebut dalam komponen-
komponen biaya produksi per unit.
Komponen biaya tetap per unit akan
menurun seiring dengan meningkatnya
jumlah produksi. Pada saat yang sama, biaya
variabel tidak berubah.
Ekonomi skala sangat berperan pada sektor-
sektor ekonomi ber-biaya tetap tinggi,
misalnya pada sektor-sektor ekonomi yang
berbasis infrastruktur jaringan seperti
produksi tenaga listrik, angkutan jalan rel,
dan sebagainya, atau pada sektor-sektor yang
memerlukan investasi berbiaya tinggi untuk
riset dan pengembangan seperti industri
penerbangan. Dalam situasi tertentu
fenomena ekonomi skala dapat memicu
timbulnya monopoli alamiah.
Selasa, 27 Agustus 2013
ΣKΩΠΩMI SKΔLΔ
Published with Blogger-droid v2.0.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar