Sabtu, 31 Agustus 2013

APA YANG DI MAKSUD MONOPOLI ALAMIAH?

Sebelum lebih jauh membahas mengenai
monopoli alamiah, terlebih dahulu harus
dikelompokkan macam-macam barang dalam
perekonomian berdasarkan dua ciri:

Apakah barangnya bersifat ekskludabel
( excludable ), yang artinya dapatkah
masyarakat diminta untuk tidak memakai
atau memanfaatkan barang tersebut?

Apakah barangnya bersifat persaingan
( rival ), yang artinya apakah jika seseorang
memakai barang ini, maka peluang orang
lain untuk memakainya berkurang?
Berdasarkan dua ciri tersebut, maka terdapat
empat kategorisasi jenis barang dalam
perekonomian :
1. Barang pribadi (private goods ) adalah
barang yang bersifat eksludabel dan rival.
Hampir semua barang yang terdapat dalam
pasar adalah barang pribadi, sebagai
contoh adalah es krim. Es krim jelas
bersifat eksludabel karena kita bisa
mencegah orang lain mengonsumsinya, dan
dia juga bersifat rival, karena jika hanya
ada sebuah corong es krim, dan ada
seseorang yang mengonsumsinya, maka
orang lain tidak bisa mengonsumsinya.

2.  Barang publik ( public goods ) adalah
barang-barang yang tidak eksludabel juga
tidak rival. Maksudnya adalah siapa saja
tidak dapat dicegah untuk memanfaatkan
barang ini, dan konsumsi seseorang atas
barang ini tidak mengurangi peluang orang
lain untuk melakukan hal yang sama.
Contoh barang publik adalah pertahanan
nasional. Jika suatu negara aman karena
mampu melawan setiap serangan negara
lain, maka siapa saja yang tinggal di dalam
negara tersebut tidak bisa dicegah untuk
turut menikmati rasa aman.

3. Sumber daya milik bersama (common
resources) adalah barang yang tidak
ekskludabel, namun rival. Contohnya
adalah ikan di lautan. Tidak ada yang
melarang seseorang menangkap ikan di
laut, atau meminta bayaran kepada
nelayan atas ikan-ikan yang mereka
tangkap. Namun pada saat seseorang
melakukannya, maka jumlah ikan di laut
berkurang, sehingga kesempatan atau
peluang orang lain melakukan hal yang
sama jadi berkurang.

4. Yang terakhir adalah barang yang muncul
dalam situasi monopoli alamiah, dimana
dia bersifat eksludabel, namun tidak
memiliki rival. Contoh paling mudah adalah
jalan tol dalam kondisi yang kosong.
Dengan berbagai macam alasan, misalnya
adanya perbaikan secara massif, seseorang
bisa saja dicegah untuk memasuki jalan tol
meski ia berada dalam kondisi yang
kosong. Namun dia tidaklah bersifat rival,
karena ketika seseorang masuk ke dalam
jalan tol yang kosong, dan dia tidak ada
satupun aturan yang mencegah setiap
orang untuk masuk ke dalamnya, maka
karena keadaan tersebut atau karena skala
ekonomi ( economies of scale ) yang ia
nikmati, maka orang tersebut menikmati
kondisi monopoli alamiah.
Contoh lain adalah jasa pemadam kebakaran di
suatu kota kecil. Sangatlah mudah untuk
mencegah seseorang menikmati jasa ini. Petugas
pemadam kebakaran dapat membiarkan sebuah
rumah terbakar begitu saja. Namun jasa
perlindungan kebakaran ini tidaklah bersifat
rival, karena kebakaran rumah tidak terjadi
setiap saat, dan setiap rumah memperoleh
perlindungan yang sama. Petugas pemadam
kebakaran lebih sering bersifat reaktif
menunggu adanya laporan kebakaran, sehingga
memberikan perlindungan kepada sebuah
rumah tidak akan mengurangi kualitas
perlindungan pada rumah-rumah yang lain.
Dengan kata lain, begitu pemerintah kota
membuat anggaran untuk jasa pemadam
kebakaran, maka biaya tambahan untuk
melindungi tambahan satu rumah baru
sangatlah kecil bahkan hampir tidak ada, atau
bisa dibilang, biaya yang harus dikeluarkan tidak
terlalu dipengaruhi penambahan permintaan.
Suatu industri disebut monopoli alamiah jika
suatu perusahaan dapat menyediakan barang
atau jasa pada seluruh pasar yang
membutuhkannya dengan biaya yang lebih
rendah daripada dua atau tiga perusahaan
sekaligus. Suatu monopoli alamiah muncul
ketika terdapat skala ekonomi ( economic of
scale ) di suatu daerah output tertentu yang
relevan. Sebagai contoh dapat kita lihat pada
grafik yang terlampir di atas:
Pada grafik terlihat biaya total rata-rata atau
Average Total Cost (ATC) dari sebuah
perusahaan yang menikmati monopoli alamiah
karena skala ekonomi yang ia miliki. Pada kasus
ini, suatu perusahaan tunggal dapat
menghasilkan barang sejumlah berapa pun
dengan biaya minimal. Artinya, jumlah output
( quantity ) berapa pun, sejumlah perusahaan
akan menghasilkan jumlah output-per-
perusahaan yang lebih sedikit, sementara biaya
total rata-ratanya lebih tinggi

Dalam grafik terlihat, ketika kurva biaya total
(ATC) suatu perusahaan terus menurun,
perusahaan memiliki sifat monopoli alamiah.
Pada kasus ini, ketika produksi dibagikan kepada
banyak perusahaan, masing-masing perusahaan
akan memproduksi lebih sedikit, dan biaya total
rata-rata meningkat. Hasilnya, dalam sebuah
kondisi monopoli alamiah, suatu perusahaan
dapat memproduksi jumlah berapa pun pada
biaya yang minimal.
Suatu contoh lain dari monopoli alamiah adalah
distribusi air. Untuk memberikan air kepada
penduduk suatu kota, sebuah perusahaan
membangun jaringan pipa di seluruh kota. Jika
terdapat dua perusahaan atau lebih sekaligus
yang berkompetisi dalam penyediaan jasa ini,
masing-masing perusahaan harus membayar
biaya tetap berupa pembangunan jaringan.
Maka dari itu, biaya total rata-rata dari
penyediaan air ini akan minimal dan
menghasilkan output yang optimal ketika hanya
ada satu perusahaan yang melayani seluruh
pasar.
Ketika suatu perusahaan melakukan monopoli
alamiah, perusahaan tersebut tidak akan terlalu
peduli dengan perusahaan-perusahaan baru
yang masuk sebagai kompetitor dan mengurangi
kemampuan monopolinya. Hal ini berkenaan
dengan kondisi di mana hampir setiap
perusahaan yang melakukan monopoli alamiah
mencapai skala ekonominya karena dua faktor,
yaitu penguasaan tertentu atas sebuah sumber
daya inti atau perlindungan langsung dari
pemerintah atau biasa dikenal dengan sebutan
State Monopoly
Keuntungan si pemonopoli menarik pihak-pihak
lain untuk masuk ke pasar, dan pihak-pihak
yang baru ini membuat pasar tersebut lebih
kompetitif. Sebaliknya, masuk ke pasar di mana
terdapat perusahaan lain yang merupakan
monopoli alamiah tidaklah menarik.
Perusahaan-perusahaan yang berminat untuk
masuk sadar bahwa mereka tidak dapat
mencapai tingkat biaya yang sama rendahnya
dengan si pemonopoli karena, setelah mereka
masuk ke pasar, masing-masing harus berbagi
jumlah permintaan dengan si pemonopoli di
pasar tersebut (Mankiw, 2004: 390).
Sebagai contoh adalah dalam kasus monopoli
alamiah yang dilakukan oleh Pertamina dalam
pasar penjualan gas elpiji. Pertamina melakukan
monopoli alamiah karena tidak ada pelaku
usaha lain yang mau masuk ke pasar dan
menjadi kompetitornya karena dinilai investasi
awal untuk bisnis tersebut sangatlah tinggi.
Pertamina, dalam hal ini, memiliki keuntungan
karena memiliki sektor hulu yang lebih mapan
akibat hak-hak eksklusif yang diberikan oleh
negara di masa lalu, sedangkan bagi pelaku
usaha lain yang ingin menjadi kompetitior harus
membangun infrastruktur dari hulu dan
tentunya untuk biayanya sangatlah tinggi
(detik.com, 25 Januari 2009).
Dari contoh kasus di atas, monopoli alamiah
pada dasarnya memiliki karakteristik yang sama
dengan monopoli pada umumnya, dimana
hambatan yang masuk ke pasar minimal
disebabkan oleh tiga hal utama
Suatu sumber daya inti hanya dimiliki oleh
suatu perusahaan.

1. Pemerintah memberikan hak eksklusif
kepada suatu perusahaan untuk membuat
barang atau jasa tertentu.
2. Biaya produksi barang tersebut untuk satu
3. produsen lebih efisien daripada untuk
banyak produsen

Published with Blogger-droid v2.0.10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar